Sajak Tragis
Sukron Abdilah
Jumat, November 30, 2018, 16:24 WIB
Last Updated 2021-04-13T18:49:06Z
Sastra

Sajak Tragis

Advertisement


kesucian mengalir
hingga memenuhi urat nadi
mencengkram menelusuri sinabar hati
semuanya memahat diri mengukir eksistensi
menjadi manusia dilumuri spirit ilahi

tapi, aku dan kau kini menutupnya
dengan sejuta paksa
memenjarakannya dengan terali keangkaraan
untuk kemudian berakhir tragis.....
sanubariku dan sanubarimu kini tak memancarkan cahaya
membunuhnya hingga mati tak dapat menari-nari asyik
di alam realitas...

aku dan kau, kini, tak mampu
mengukir karya berbalut ruh mengilahi
karena tengah mengkhianati titah Rabbi

Bandung, Juni 2011
X
X