Sajak-Puisi: Kesalehan Berduri
Sukron Abdilah
Rabu, Oktober 28, 2020, 18:00 WIB
Last Updated 2021-04-13T18:48:41Z
Sastra

Sajak-Puisi: Kesalehan Berduri

Advertisement

Dia bilang aku adalah penasihat.
Ongkang-ongkangan,
tunjuk sana tunjuk sini.

Surga milikku.
Neraka tempatmu.
Aku selamat.
Kamu celaka
di dalam jilat api neraka.

Elia sang Nabi tidak pede.
Apakah aku manusia super pede?
Lidah dan hatiku kini mulai dipenuhi dedurian yang tajam,
membunuh keragaman, kemajemukan, dan keberbedaan
hingga menjadi berkeping-keping…!

Mei 2009
 
Note: Dulu, saya suka nulis puisi, sajak, frosa, dan cerpen. Saat membaca ulang postingan blog saya yang dulu menemukan sajak ini. Tahun 2009, bro...teu karasa geus kolot ningan. Hahaha
X
X