5 Perilaku Jamaah Jumat Saat Khutbah yang Menggemaskan

Notification

×

Iklan

Iklan

5 Perilaku Jamaah Jumat Saat Khutbah yang Menggemaskan

Selasa, 29 Juni 2021 | 08:13 WIB Last Updated 2021-06-29T01:13:04Z

Penulis Cecep Hasanuddin

Pembaca tentu tahu, salat Jumat atau jumatan itu dilakukan seminggu sekali, bukan? Kapan? Ya hari Jumat, dong! Bukan hari Kamis atau Sabtu atau hari-hari di luar hari Jumat. Pokoknya Jumat! Titik. Enggak ada tawar menawar.

Sebagai orang yang rajin salat Jumat, maka  saya suka bosan jumatan di masjid yang itu-itu saja. Apalagi, misalnya di masjid tersebut khutbah jumatnya panjang. Terus terang, saya ini penganut khutbah jumat yang pendek! Juga pengharap makanan/minuman yang dibagikan gratis seusai salat Jumat.

Untuk menambah suasana dan ingin mendengarkan khatib jumat yang lain, maka saya suka safari salat jumat di berbagai masjid di sekitar tempat saya tinggal atau masjid-masjid yang lain, yang kira-kira unik dari sisi bangunan atau masjid yang jauh dari bising kendaraan

Biasanya, di masjid mana pun saya salat jumat, saya kerap memerhatikan tingkah jemaahnya, yang menurut saya 'menyedapkan', juga bikin geleng-geleng kepala! Kenapa geleng-geleng kepala? Salah satunya, karena saya tak bisa mengikuti jejak mereka.

Inilah 5 hal yang biasanya dilakukan oleh jemaah salat jumat ketika khutbah berlangsung. Dan, saya melihatnya secara live! Saking khusyuknya saya memergoki mereka, saya pun lantas mengabaikan pesan-pesan spiritual yang disampaikan sang khatib jumat!

1. Ngobrol


Saya mulai salat Jumat sejak sekolah dasar. Sejak saat itu sampai sekarang, yang namanya ngobrol di tengah-tengah khutbah jumat, itu hal biasa dan sepertinya bagian dari 'kewajiban' jemaah ketika khutbah jumat.

Padahal, sebelum khatib naik mimbar, biasanya pengurus masjid mengingatkan para jemaah salat jumat, terutama ketika khatib naik mimbar agar tidak mengobrol atau berkata-kata selain mendengarkan sang khatib berkhutbah.

Namun, sepertinya pesan itu agaknya dihiraukan karena ketika pengumuman itu berlangsung, sebagian jemaah memang sedang asyik mengobrol. Nah, mereka sama sekali tak mendengarkan himbauan itu atau tak paham adab-adab jemaah saat khatib berkhutbah?

2. Asyik main gadget


Tampaknya gadget itu teman paling asyik sedunia, yang bahkan kita tak dapat menunda memainkannya saat khutbah jumat berlangsung. Bagaimana mau 'menahan' untuk tak memainkannya, main HP sesaat sebelum salat Jumat itu asyik dan bikin khutbah jumat terasa sebentar!

Benar-benar hikmah luar biasa, bukan? Khatib menyampaikan khutbah, sementara jemaah lain berselancar di dunia maya; chatingan; cek notifikasi di instagram; intip twitter; scrool tiktok; mampir facebook; dan menikmati keasyikan media sosial lainnya, yang tak henti-hentinya menggoda jemaah.

Tak mudah menonaktifkan data internet di HP ketika memasuki masjid dan siap mencari ilmu dari khatib jumat. Sekali lagi, sungguh tak gampang, bila memang niat salat jumatnya sekadar mengisi rutinitas mingguan. "Inilah saat paling tepat main gadget, Bro!" Begitu godanya.

3. Tidur


Mana yang paling dominan: jemaah yang main gadget saat khutbah jumat atau mereka yang tidur? Hayo, ada yang bisa menebak? Yang bisa menebak, saya pastikan dia sering salat Jumat dan sekaligus pemerhati serius perilaku jemaah salat Jumat.

Saya sendiri tidak bisa memastikan mana di antara dua 'kelompok' itu yang paling dominan. Untuk mengetahuinya, bisa saja saya menyurvei seperti yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) atau Indikator Politik mengenai, misalnya siapakah calon presiden paling potensial pada 2024.

Yang jelas, baik jemaah 'ahli gadget' maupun jemaah 'ahli tidur' saat khutbah jumat berlangsung, sama-sama ada tiap masjid yang menyelenggarakan salat Jumat! Anehnya, justru kantuk menyerang jemaah pada saat khutbah berlangsung!

4. Baca buku/selebaran


Biasanya di dekat pintu masuk masjid, terdapat selebaran khutbah jumat dari lembaga tertentu yang disebarkan ke tiap-tiap masjid setiap Jumat untuk dibaca jemaah. Tulisan di selebaran itu, seperti tertulis di bagian atas selebaran 'tidak boleh dibaca saat khutbah berlangsung'.

Kendati begitu, tetap saja sebagian jemaah justru asyik membaca selebaran itu sambil, misalnya bersandar di dinding masjid atau selonjoran santuy di teras masjid. Hei, dengarkan dulu khutbah jumat! Bacanya nanti di rumah saja, kadang-kadang saya ngedumel begitu.

Selain itu, saya juga pernah mengintip jemaah yang membaca buku saat khatib menyampaikan pesan-pesan agama. Hanya membaca buku? Oh, ternyata tidak! Ada pula, sekali waktu saya lihat jemaah malah baca Al-Quran.

5. Jajan di warung/toko


Yang begini sebenarnya kebanyakan dilakukan oleh anak-anak muda. Seumuran kuliahan, anak SMA atau SMP. Saya jarang lihat orangtua nongkrong asyik di warung sembari mendengarkan khutbah jumat. Mereka, di warung itu tak sekadar jajan, tapi juga merokok!

Dan, terkadang suara khatib di speaker kalah oleh suara riuh anak-anak muda yang sedang menunggu salat jumat itu. Selain memberikan keuntungan pada pemilik warung, suasana sekitar masjid pun jadi tambah ramai. Berkah Jumat?

Dan mungkin masih banyak pemandangan lain yang tak sempat saya rekam di kepala kala khatib di atas mimbar yang dilakukan oleh sebagian jemaah salat Jumat. Bila pembaca pernah menyaksikan perilaku 'aneh' atau 'menggemaskan' lainnya, silakan bercerita di sini, ya.