6 Cara Hilangkan Insecure Agar Hidupmu Banyak Syukurnya

Notification

×

Iklan

Iklan

6 Cara Hilangkan Insecure Agar Hidupmu Banyak Syukurnya

Minggu, 11 Juli 2021 | 07:15 WIB Last Updated 2021-07-11T00:15:31Z

Penulis Anggi Setyo, Ibu rumah tangga dengan dua anak.

Pernahkah kamu merasa gelisah, hati enggak tenang, diterpa kalut, takut, seakan dipenuhi rasa bersalah, malu, merasa tidak aman, merasa hina, hingga merasa tidak percaya diri?

Kalau iya, berarti kamu sedang dilanda suatu kondisi kejiwaan yang disebut oleh generasi kekinian sebagai insecure. Bila ia dibiarkan terus-menerus berada di dalam diri kamu, maka ia akan memengaruhi kondisi kejiwaan dan menghambat potensi yang kamu miliki.

Oleh karena itu, para psikolog menganggap bahwa keadaan insecure tidak bisa dibiarkan berlama-lama dan harus segera diatasi. Nah, apa, sih yang menyebabkan kamu menjadi insecure?

Ada 2 faktor kamu menjadi insecure: Pertama, faktor dari dalam diri sendiri. Kedua, faktor lingkungan atau dari luar diri. Perasaan insecure yang berasal dari dalam diri sendiri, misalnya: perasaan kesepian, enggak percaya diri, atau kamu tipe orang yang ingin serba sempurna (perfeksionis).

Sedangkan perasaan insecure yang berasal dari luar diri kamu, misalnya karena kamu sering dirundung teman sekelas, dipandang sebelah mata alias tidak dihargai, atau bisa juga karena kamu mendapatkan perlakuan yang enggak kamu sukai dari pasangan atau orang-orang di sekitarmu.

Ada beberapa cara untuk mengatasi rasa insecure. Dari sisi psikologi, sebagaimana dilansir alodokter.com, misalnya: berpikirlah positif, berhenti salahkan diri sendiri, jangan bandingkan diri sendiri dengan orang lain, hindari orang yang membuatmu insecure, dan lakukanlah hal-hal yang bisa membuatmu bahagia.

Di sisi agama, perasaan insecure sangat erat kaitannya dengan tingkat keimanan seseorang. Misalnya: merasa diri kurang beruntung, merasa Tuhan lebih sayang kepada orang lain, dan bisa jadi karena kita tidak pandai bersyukur.

Sebagai manusia biasa, tentu saja kita tidak mungkin menjadi seorang yang ma’sum (terjaga dari dosa) seperti para nabi dahulu. Keimanan kita sering naik dan turun layaknya harga saham di Bursa Efek Indonesia.

Iman kita naik karena ketaatan. Pun iman kita turun karena perbuatan maksiat dan dosa, yang sejalan dengan hadis: Al-imanu yazid wa yanqhus: yazidu bi at-tha’at wa yanqhusu bi al-ma’shiyat’.

Kadang kita tidak sadar bahwa apa yang menimpa diri kita, termasuk yang menjadikan merasa insecure itu karena kita kurang bersyukur atas apa yang Tuhan berikan. Padahal, jika kita bersyukur, Tuhan akan menambah nikmat kepada kita. La in syakartum la aziidannakum.

Kalau demikian, bisa jadi kamu terlalu abai dengan nikmat yang Tuhan berikan, sehingga Dia kecewa kepadamu yang sombong sehingga Sang Khalik mencabut ketenangan dalam diri kamu. Wa la in kafartum, inna adzabi lasyadiid.

Tips Menyikapi Nikmat yang Tuhan Berikan

Kita harus menyadari, betapa banyak nikmat Tuhan yang Dia berikan kepada manusia dan seluruh mahluk yang ada di bumi. Berkaitan dengan itu, Tuhan bertanya dalam surat Al-Rahman hingga 31 kali. Fabiayyi aalaa i rabbikuma tukadzdziban. Nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan?

Lantas, bagaimana kita menyikapi nikmat Tuhan yang sudah diberikan kepada kita? Ada 6 tips yang sebaiknya segera kamu lakukan, wabil khusus kamu yang mengaku beragama, biar kamu enggak melulu insecure.

  1. Memuji dan senantiasa berzikir kepada sang pemberi nikmat


Pernah enggak kamu mendapat hadiah ulang tahun dari orang tua, sahabat, saudara, atau gebetan? Tentu kamu ingat terus bukan dengan pemberian mereka? “Bebeb, kamu ngasih aku iphone X waktu aku swit sepentin”, atau “Aku pernah dikasih hadiah novel Dilan sama si aa Dayat!” dan lain-lain.

Kita bisa mengingat hadiah dari pacar, kenapa kita bisa lupa bahwa Tuhan memberi kita nikmat yang banyak? Bahkan Dia menganugerahi kita nikmat all the time, bahkan sejak kita di dalam kandungan, dan mungkin hanya akan berhenti saat kita meninggal.

Maka dari itu, perbanyak memuji dan senantiasa mengingat (dzikir kepada) Tuhan. Sederhana, cukup dengan mengucapkan subhanallah, terima kasih Tuhan, dan ungkapan lainnya sesuai ajaran agama kita. Mudah, bukan?

  1. Yakin semua nikmat dari Tuhan

Kita harus meyakini bahwa kita manusia yang lemah tanpa pertolongan-Nya. Sepakat enggak? Apa yang kita capai pada hakikatnya dari Tuhan. Bukan dari kita sendiri. Kita hanya berupaya. Tuhanlah yang menentukan hasilnya.

Pun jangan sombong dengan mengatakan bahwa kita sukses karena kerja keras diri kita sendiri. Kita harus benar-benar yakin, bahwa semua nikmat yang kita dapatkan semata-mata hanya kasih sayang Tuhan kepada kita.

  1. Perkuat ibadah kepada Tuhan

Kita menyadari bahwa semua nikmat yang kita peroleh tak lain pemberian Tuhan semata. Selayaknya kamu hanya berserah dan beribadah kepada-Nya dan  meningkatkan keimanan kita kepada Sang Pencipta serta jauhi maksiat dan yang membuat keimananmu menurun. Dalam istilah Islam, perkuat hablun minallah kita.

  1. Silaturahim dan berbagi dengan sesama

Setelah kita memperkuat komunikasi dengan Tuhan, selanjutnya kita perlu untuk memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia. Dengan tetangga, saudara, anak yatim, dan lingkungan sekitar kita. Dan dari harta kita, ada sebagian hak orang lain yang harus kita berikan.

  1. Ridha dengan nikmat dan ketetapan dari Tuhan

Kita harus menerima dan menjalani takdir kita. Takdir yang sudah digariskan Tuhan untuk kita. Jika kamu seorang pedagang, jadilah pedagang dengan penuh syukur, dan jujur. Jika kamu seorang pegawai negeri, bersyukur, dan jalani takdir dengan baik dan penuh keikhlasan.

  1. Jadikan nikmat sebagai media amal salih

Ketika kita memiliki nikmat dari Tuhan, jadikanlah nikmat itu sebagai pendorong dan media kita untuk mengerjakan amal salih. Amal salih kita terhadap orang lain, sesama, dan alam semesta.

Itulah beberapa tips yang bisa kita amalkan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Sang Pencipta. Mudah-mudahan dengan tips tersebut kita kian pandai bersyukur dan menjaga keimanan kita.

Sehingga kita tidak lagi merasa kurang beruntung dibanding orang lain. Dan terakhir, layaklah kita tebarkan adagium: Terbit syukur, hilanglah insecure